CIANJUR - Sebuah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional tengah digalakkan di Cianjur. Dandim 0608/Cianjur, Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., turut hadir dalam pertemuan koordinasi Program Kolaborasi Satgas Protein, KDKMP, TNI AD, dan Pemerintah Daerah yang diselenggarakan di D’Colonel Resto, Sindanglaya, pada Senin (11/5). Inisiatif ini merupakan respons langsung dari audiensi Ketua Satgas Protein dengan KASAD, yang bertujuan mengintegrasikan peran vital TNI, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Dalam pertemuan tersebut, Letkol Inf Bistok Barry Simarmata memaparkan kesiapan Kodim 0608/Cianjur dalam mengawal implementasi program yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Beliau mengungkapkan rasa optimisnya melihat perkembangan di wilayah Cianjur, di mana 196 Unit Koperasi Merah Putih telah terbangun, dengan 70 unit di antaranya telah mencapai tahap penyelesaian 100 persen. Ini menunjukkan geliat ekonomi yang positif di tingkat desa.
“Kami menilai arah kebijakan kolaborasi antara Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta penguatan UMKM memiliki dampak strategis yang luar biasa bagi kemajuan daerah kita, ” ujar Letkol Inf Bistok. Ia menambahkan bahwa konsep tata kelola modern ini hadir sebagai solusi jitu untuk mengatasi berbagai persoalan pengelolaan pangan yang selama ini belum tertangani secara optimal.
Untuk memastikan kelancaran program di lapangan, Dandim mengajukan usulan inovatif. Beliau mengusulkan pemanfaatan 19 aset Koramil yang tersebar di seluruh Cianjur sebagai titik sentral pelaksanaan program. Keunggulan kantor-kantor Koramil, yang memiliki lahan memadai dan keamanan terjamin 24 jam, menjadikannya lokasi ideal sebagai pusat logistik skala kecil. Pola alur kerja yang sistematis pun dirancang, di mana petani lokal akan menyalurkan hasil panen ke koperasi terlebih dahulu sebelum diproses lebih lanjut menuju Dapur Induk, dengan sentuhan pelabelan modern.
“Seluruh potensi dan sarana yang dimiliki satuan kewilayahan akan kami kerahkan sepenuhnya demi keberhasilan program ini, ” tegas Letkol Inf Bistok Barry Simarmata. Ia meyakini, keterlibatan aktif Babinsa dan personel teritorial lainnya akan menjadi kunci utama dalam menjamin distribusi bahan pangan tetap segar, higienis, dan berkualitas hingga sampai ke tangan masyarakat. Dandim sangat optimistis, dengan sinergi yang kuat, Kabupaten Cianjur dapat menjelma menjadi role model nasional yang sukses.
“Kami sebagai unsur kewilayahan menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dan bersinergi demi tujuan bersama. Dengan alur distribusi yang tertib mulai dari petani ke koperasi hingga ke dapur, kita tidak hanya menjamin kualitas makanan yang sehat, tetapi juga memastikan produk petani dan peternak lokal terserap secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, ” tegasnya di akhir pemaparan.

Cianjur